Laman

Minggu, 16 September 2018

Pertemuan ke 1 MGMP Matematika SMP 2018

Materi Pertemuan 1

Kamis, 13 September 2018
SMP Negeri 1 Sukodono

1. Evaluasi MGMP oleh ibu Is Indayati, M.Pd 
2. Sambutan Pembina MGMP matematika oleh bapak Minardi Yuwono, M.Pd
3. Diseminasi Undang undang Perlindungan Guru oleh bapak Suryadi,
    Untuk materi Diseminasi bisa di download disini 


Selasa, 18 Juli 2017

Nilai Portofolio siswa menggunakan medsos EDMODO

Hanya sekedar ide daripada mahal mahal beli loker per siswa untuk nilai portofolionya plus keribetan yang ditimbulkan jika siswa naik kelas dengan kelas dan teman yang berubah. Apa tidak sebaiknya kumpulan portofolio siswa disimpan di jejaring edmodo saja yang sangat menjaga privasi. Ayo pakar-pakar IT di MGMP mengutak-atiknya. Ayo pak Sochif, pak Sulis Lanang Cs! Cemungut!

Minggu, 09 Oktober 2016

VIVA VIDEO PRO 4.2
     Viva Video merupakan salah satu aplikasi berbasis android yang dapat digunakan dalam pembuatan media pembelajaran berupa video. Tidak hanya video tetapi juga dapat digunakan untuk melakukan editing pada mp3 dll. Tertarik silahkan sofware nya disini dan untuk materi ini akan disampaikan oleh Pak Herman Supriyadi dari SMPN 1 Gucialit
MACROMEDIA FLASH 8


    Untuk keperluan pembelajaran dan tampilan yang menarik kadang dibutuhkan suatu animasi. Dalam pembuatan animasi macromedia flash memang layak untuk dicoba. Saat ini sudah ada pengembangan dari macromedia flash sampai versi terbaru yaitu macromedia flash CS 6 dengan bahasa pemrograman mencggunakan action script 3. Tentunya hal itu lebih berat bagi pemula yang ingin belajar flash. Oleh karena itu kami tawarkan  macromedia flash 8 sebagai generasi awal dari macromedia flash dengan bahasa pemrograman action script 2 yang tidak sesulit action script 3. Untuk lebih jelasnya silahkan download software macromedia flash 8 disini

Jumat, 23 September 2016

Ayo Mendaftar Menjadi Peserta MGMP Matematika SMP Negeri kabupaten Lumajang secara Online

Untuk lebih meringankan tugas pengurus MGMP sekaligus menghindari salah ketik seyogyanya bapak ibu guru berkenan mendaftar ulang/baru klik disini.

Rabu, 29 Juni 2016

RUMUS MATEMATIKA INTERAKTIF
BANGUN RUANG SISI LENGKUNG ( TABUNG, KERUCUT, BOLA )
TOPIK : LUAS

     Kadang dalam melakukan kegiatan pembelajaran guru mengalami kendala ataupun kesulitan dalam melakukan perhitungan dalam mencari luas suatu bangun ruang sisi lengkung. Dengan berbagai banyak modifikasi soal maka tentunya dibutuhkan banyak waktu pula untuk menemukan jawaban dari soal tersebut. Oleh karena itu rumus matematika interaktif bangun ruang sisi lengkung dengan topik luas dapat menjadi salah satu solusi dalam mempermudah proses mendapatkan hasil dari soal yang diberikan.
      Adapun tampilan rumus matematika interaktif yang sudah saya buat seperti di bawah ini :
Materi yang bisa dipelajari dalam rumus interaktif bangun ruang sisi lengkung antara lain :
1. Luas permukaan tabung
2. Luas permukaan tabung tanpa tutup
3. Tinggi diketahui luas permukaan
4. Luas selimut tabung dan mencari biaya
5. Luas permukaan dan luas selimut kerucut
6. Kerucut terpancung
7. Luas permukaan bola
8. Biaya cat bola
9. Jari - jari bola
Berikiut ini tampilan screenshoot dari salah satu tampilan rumus matematika interaktif
 Rumus interaktif dibuat dengan pemrograman flash. Jadi jila ingin dijalankan di laptop atau PC maka minimal di laptop ataupun PC sudah terinstal aplikasi macromedia flash.Aplikasi ini juga bisa dijalankan di HP android tetapi syaratnya di hp android sudah terinstal aplikasi adobe flash player dan flash player for android. Untuk lebih jelasnya silahkan download materi rumus matematika interaktif bangun ruang sisi lengkung di sini


Senin, 20 Juni 2016

FLASH PLAYER GAMES FOR ANDROID

            Tidak dapat dipungkiri bahwa handphone semakin lama juga semakin berkembang dan berteknologi canggih. Ketika dulu hanphone hanya berbasis java maka sekarang handphone berbasis android. Handphoe androoid yang semakin lama memiliki harga yang terjangkau tentunya memudahkan dalam penyebarannya. Masyarakat mulai dari orang dewasa sampai anak - anak sudah banyak yang memiliki handphone berbasis android.
            Sebagai seorang guru dan pendidik tentu kita juga harus menyesuaikan dengan kemajuan jaman dan teknologi. Jangan sampai kita tertinggal jauh dari anak didik kita sehingga kita pada akhirnya menjadi guru yang ketinggalan jaman. Oleh karena itu untuk mempermudah guru dalam mengikuti jaman terutama yang berbasis teknologi di bawah ini saya lampirkan salah satu software pemutar media pembelajaran pada handphone android. Adapun software tersebut bernama flash player games for android. Untuk memiliki software ini silahkan download di sini .
Selain software di atas wajib di handphone juga diinstall adobe flash player. Untuk software adobe flash player bisa didownload di sini
   Instal aplikasi tersebut di Handphone android anda. Karena ukuran file sekitar 38 Mb maka pastikan kapasitas memori internal handphone cukup. Untuk tes apa flash player bekerja atau tidak silahkan juga unduh materi ini.
           Sekian untuk posting kali ini...ditunggu posting untuk materi / software selanjutnya.
           By : Sochif

Minggu, 14 Februari 2016

Hasil Kompetisi Matematika 4


Kompetisi Matematika adalah kegiatan olimpiade matematika tingkat SMP yang diselenggarakan setiap tahun oleh Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Matematika kabupaten Lumajang. Kegiatan ini termasuk sebagai ajang latihan bagi para siswa se-kabupaten Lumajang dalam mempersiapkan diri mengikuti OSN siswa. Tahun 2016 merupakan kompetisi matematika yang keempat.

Pendaftaran dimulai pada tanggal 7 – 19 Januari 2016 di SMPN 1 Tekung. Pelaksanaan kompetisi bertempat di STKIP PGRI Lumajang pada tanggal 21 Januari 2016.

Kamis, 11 Februari 2016

KMNR Guru SMP 2015

Pada tanggal 31 Januari 2016, ada kegiatan lomba KMNR untuk guru tingkat Provinsi, bersamaan dengan KMNR untuk siswa. Beberapa guru-guru Matematika di Lumajang mengikuti kegiatan tersebut dengan tujuan untuk menambah wawasan dan pengetahuan tentang soal-soal olimpiade, sekaligus untuk memacu semangat guru dalam membimbing siswa-siswanya yang juga akan mengikuti Olimpiade, Siswanya ikut olimpiade - gurunya pun ikut Olimpiade.

berikut ini adalah brosur KMNR guru :

Selasa, 09 Februari 2016

MATERI STRATEGI MEMPEROLEH ANGKA KREDIT DARI
PENELITIAN / PIKI


SOAL TRYOUT UN

Bagi Bapak Ibu yang menginginkan peserta didiknya memperoleh  hasil UN Matematika tahun 2016 yang memuaskan silahkan download



STRATEGI MEMPEROLEH ANGKA KREDIT DARI PUBLIKASI ILMIAH DAN KARYA INOVASI

Yth. Bpk/Ibu Guru Matemetika SMP Negeri/Swasta Kab. Lumajang
 Assalamu'alaikum wr wb
 Dengan berkhirnya program kegiatan MGMP dan memohon Ridho dan Rakhmat Allah SWT, maka   kelompok guru matematika menyelenggarakan Kegiatan Kolektif Guru/Seminar pada,
hari               : Kamis, 11 Feb 2016
pukul            : 10.00 WIB
tempat          : SMPN 1 Tekung
materi           : Strategi Memperoleh Angka Kredit dari Publikasi Ilimah dan Karya Inovasi
nara sumber : Dr. H. Hidayat, MM,M.Pd.  
                       dari Lembaga Diklat dan Penelitihan " KRISNA BINA INSAN PRIMA SURABAYA
Merupakan semangat yang tinggi dalam kegiatan PKB untuk peningkatan profesionalisme guru.
  

MATERI KAIDAH PEMBUATAN SOAL

MATERI KAIDAH PEMBUATAN SOAL

          Jika bapak ibu guru ingin mengetahui tentang kaidah dalam pembuatan soal baik berbentuk pilihan ganda ataupun essay seperti  contoh di bawah ini :
bisa klik di sini untuk lebih lengkap

Soal Olimpiade Guru SMP tingkat Provinsi tahun 2015

berikut ini adalah soal-soal OSN guru SMP tingkat provinsi tahun 2015

silahkan download disini

Selasa, 05 Januari 2016

Cara Menginstal Software WONDERSHARE QUIZ CREATOR


 Ø§َلسَّلاَÙ…ُ عَÙ„َÙŠْÙƒُÙ…ْ ÙˆَرَØ­ْÙ…َØ©ُ اللهِ ÙˆَبَرَÙƒَاتُÙ‡ُ

Disini saya akan menjelaskan cara untuk menginstal software WONDERSHARE QUIZ CREATOR , WONDERSHARE QUIZ CREATOR (WQC) adalah software untukmembuat soal secara online yang akan kalian butuhkan pada saat ini dan mendatang.
simang baik-baik langkah-langkahnya:
  • klik folder quiscreator pada flashdisk /folder anda. Jika Belum memiliki aplikasi WQC silahkan download dulu di sini. Kemudian klik next untuk menginstall software tersebut.




  • klik Yes untuk melanjutkan.


  • klik Next tanpa mengubah apapun


  • lalu, klik Instal untuk mulai menginstal software


  • tunggu hingga selesai menginstal


  • klik Next untuk menganktifkan software


  • klik Finish untuk mengakhiri penginstalan
  • Jika dibutuhkan serial untuk register silahkan buka file serial kemudian isikan alamat email dan kode registrasi dan klik register.



Senin, 07 Desember 2015

Alternatif jawaban.

$$Misalkan:1–1+1-+1-!+………………………….=X,\quad maka:\\ <==>1–(1–1+1-1+………….)=X\\ <==>1–X=X\\ <==>1=2X\\ ∴\quad X\quad =\quad \frac { 1 }{ 2 }$$

Minggu, 06 Desember 2015

Diskusi Ringan

Berapakah nilai dari : 1 + 1 - 1 + 1 - 1 + ......................................... !

Senin, 16 November 2015

Prinsip Pengembangan Kurikulum



Prinsip – Prinsip Pengembangan Kurikulum
(Bahan Referensi UKG 2015 - Indikator 3.1.1.-3.1.3)
 
Pengembangan kurikulum adalah istilah yang komprehensif, didalamnya mencakup: perencanaan, penerapan dan evaluasi. Perencanaan kurikulum adalah langkah awal membangun kurikulum ketika pekerja kurikulum membuat keputusan dan mengambil tindakan untuk menghasilkan perencanaan yang akan digunakan oleh guru dan peserta didik. Penerapan Kurikulum atau biasa disebut juga implementasi kurikulum berusaha mentransfer perencanaan kurikulum ke dalam tindakan operasional. Evaluasi kurikulum merupakan tahap akhir dari pengembangan kurikulum untuk menentukan seberapa besar hasil-hasil pembelajaran, tingkat ketercapaian program-program yang telah direncanakan, dan hasil-hasil kurikulum itu sendiri. Dalam pengembangan kurikulum, tidak hanya melibatkan orang yang terkait langsung dengan dunia pendidikan saja, namun di dalamnya melibatkan banyak orang, seperti : politikus, pengusaha, orang tua peserta didik, serta unsur – unsur masyarakat lainnya yang merasa berkepentingan dengan pendidikan. Prinsip-prinsip yang akan digunakan dalam kegiatan pengembangan kurikulum pada dasarnya merupakan kaidah-kaidah atau hukum yang akan menjiwai suatu kurikulum.

Dalam pengembangan kurikulum, dapat menggunakan prinsip-prinsip yang telah berkembang dalam kehidupan sehari-hari atau justru menciptakan sendiri prinsip-prinsip baru. Oleh karena itu, dalam implementasi kurikulum di suatu lembaga pendidikan sangat mungkin terjadi penggunaan prinsip-prinsip yang berbeda dengan kurikulum yang digunakan di lembaga pendidikan lainnya, sehingga akan ditemukan banyak sekali prinsip-prinsip yang digunakan dalam suatu pengembangan kurikulum.

Dalam hal ini, Nana Syaodih Sukmadinata (1997) mengetengahkan prinsip-prinsip pengembangan kurikulum yang dibagi ke dalam dua kelompok : (1) prinsip – prinsip umum : relevansi, fleksibilitas, kontinuitas, praktis, dan efektivitas; (2) prinsip-prinsip khusus : prinsip berkenaan dengan tujuan pendidikan, prinsip berkenaan dengan pemilihan isi pendidikan, prinsip berkenaan dengan pemilihan proses belajar mengajar, prinsip berkenaan dengan pemilihan media dan alat pelajaran, dan prinsip berkenaan dengan pemilihan kegiatan penilaian. Sedangkan Asep Herry Hernawan dkk (2002) mengemukakan lima prinsip dalam pengembangan kurikulum, yaitu :
  1. Prinsip relevansi; secara internal bahwa kurikulum memiliki relevansi di antara komponen-komponen kurikulum (tujuan, bahan, strategi, organisasi dan evaluasi). Sedangkan secara eksternal bahwa komponen-komponen tersebut memiliki relevansi dengan tuntutan ilmu pengetahuan dan teknologi (relevansi epistomologis), tuntutan dan potensi peserta didik (relevansi psikologis) serta tuntutan dan kebutuhan perkembangan masyarakat (relevansi sosilogis).
  2. Prinsip fleksibilitas; dalam pengembangan kurikulum mengusahakan agar yang dihasilkan memiliki sifat luwes, lentur dan fleksibel dalam pelaksanaannya, memungkinkan terjadinya penyesuaian-penyesuaian berdasarkan situasi dan kondisi tempat dan waktu yang selalu berkembang, serta kemampuan dan latar bekang peserta didik.
  3. Prinsip kontinuitas; yakni adanya kesinambungan dalam kurikulum, baik secara vertikal, maupun secara horizontal. Pengalaman-pengalaman belajar yang disediakan kurikulum harus memperhatikan kesinambungan, baik yang di dalam tingkat kelas, antar jenjang pendidikan, maupun antara jenjang pendidikan dengan jenis pekerjaan.
  4. Prinsip efisiensi; yakni mengusahakan agar dalam pengembangan kurikulum dapat mendayagunakan waktu, biaya, dan sumber-sumber lain yang ada secara optimal, cermat dan tepat sehingga hasilnya memadai.
  5. Prinsip efektivitas; yakni mengusahakan agar kegiatan pengembangan kurikulum mencapai tujuan tanpa kegiatan yang mubazir, baik secara kualitas maupun kuantitas.
Terkait dengan pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, terdapat sejumlah prinsip-prinsip yang harus dipenuhi, yaitu :
  1. Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya. Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik memiliki posisi sentral untuk mengembangkan kompetensinya agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut pengembangan kompetensi peserta didik disesuaikan dengan potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik serta tuntutan lingkungan.
  2. Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan keragaman karakteristik peserta didik, kondisi daerah, dan jenjang serta jenis pendidikan, tanpa membedakan agama, suku, budaya dan adat istiadat, serta status sosial ekonomi dan gender. Kurikulum meliputi substansi komponen muatan wajib kurikulum, muatan lokal, dan pengembangan diri secara terpadu, serta disusun dalam keterkaitan dan kesinambungan yang bermakna dan tepat antarsubstansi.
  3. Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni. Kurikulum dikembangkan atas dasar kesadaran bahwa ilmu pengetahuan, teknologi dan seni berkembang secara dinamis, dan oleh karena itu semangat dan isi kurikulum mendorong peserta didik untuk mengikuti dan memanfaatkan secara tepat perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.
  4. Relevan dengan kebutuhan kehidupan. Pengembangan kurikulum dilakukan dengan melibatkan pemangku kepentingan (stakeholders) untuk menjamin relevansi pendidikan dengan kebutuhan kehidupan, termasuk di dalamnya kehidupan kemasyarakatan, dunia usaha dan dunia kerja. Oleh karena itu, pengembangan keterampilan pribadi, keterampilan berpikir, keterampilan sosial, keterampilan akademik, dan keterampilan vokasional merupakan keniscayaan.
  5. Menyeluruh dan berkesinambungan. Substansi kurikulum mencakup keseluruhan dimensi kompetensi, bidang kajian keilmuan dan mata pelajaran yang direncanakan dan disajikan secara berkesinambungan antarsemua jenjang pendidikan.
  6. Belajar sepanjang hayat. Kurikulum diarahkan kepada proses pengembangan, pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. Kurikulum mencerminkan keterkaitan antara unsur-unsur pendidikan formal, nonformal dan informal, dengan memperhatikan kondisi dan tuntutan lingkungan yang selalu berkembang serta arah pengembangan manusia seutuhnya.
  7. Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah. Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan nasional dan kepentingan daerah untuk membangun kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Kepentingan nasional dan kepentingan daerah harus saling mengisi dan memberdayakan sejalan dengan motto Bhineka Tunggal Ika dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Pemenuhan prinsip-prinsip di atas itulah yang membedakan antara penerapan satu Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan dengan kurikulum sebelumnya, yang justru tampaknya sering kali terabaikan. Karena prinsip-prinsip itu boleh dikatakan sebagai ruh atau jiwanya kurikulum
Dalam mensikapi suatu perubahan kurikulum, banyak orang lebih terfokus hanya pada pemenuhan struktur kurikulum sebagai jasad dari kurikulum . Padahal jauh lebih penting adalah perubahan kutural (perilaku) guna memenuhi prinsip-prinsip khusus yang terkandung dalam pengembangan kurikulum.

Minggu, 15 November 2015

Terori Belajar Matematika



TEORI BELAJAR MATEMATIKA
(Bahan Referensi Kisi-kisi UKG 2015 - Indikator 2.1.1 - 2.1.6)

 1.      Teori Thorndike

Teori belajar stimulus-respon yang dikemukakan oleh Thorndike disebut juga dengan koneksionisme. Teori ini menyatakan bahwa pada hakikatnya belajar merupakan proses pembentukkan hubungan antara stimulus dan respon.

Terdapat beberapa dalil atau hukum kesiapan (lawofreadiness), hukum latihan (lawofexercise) dan hukum akibat (lawofeffect).
2.       Teori Skinner

Burhus Frederic Skinner menyatakan bahwa ganjaran atau penguatan mempunyai peranan yang sangat penting dalam proses belajar. Ganjaran merupakan respon yang sifatnya menggembirakan dan merupakan tingkah laku yang sifatnya subjektif.
Penguatan merupakan sesuatu yang mengakibatkan meningkatnya kemungkinan suatu respon dan lebih mengarah kepada hal-hal yang sifatnya dapat diamati dan diukur.
Dalam teori Skinner dinyatakan bahwa penguatan terdiri atas penguatan positif dan penguatan negatif. Contoh penguatan positif diantaranya adalah pujian yang diberikan pada anak setelah berhasil menyelesaikan tugas dan sikap guru yang bergembira pada saat anak menjawab pertanyaan.
Skiner menambahkan bahwa jika respon siswa baik (menunjang efektivitas pencapaian tujuan) harus segera diberi penguatan positif agar respon tersebut lebih baik lagi, atau minimalnya perbuatan baik itu dipertahankan
3.      Teori Ausubel

Teori ini terkenal dengan belajar bermaknanya dan pentingnya pengulangan sebelum belajar dimulai. Bahan pelajaran akan lebih mudah dipahami jika bahan itu dirasakan bermakna bagi siswa Kebermaknaan: sesuai dengan struktur kognitif, sesuai struktur keilmuan, memuat keterkaitan seluruh bahan (ihtisar/resume/rangkuman/ringkasan/ bahan/peta)‏
Peta konsep adalah bagan / struktur tentang keterkaitan seluruh konsep secara terpadu / terorganisir (herarkhis, distributive/menyebar)‏
Ausubel membedakan antara belajar menemukan dan belajar menerima. Dalam belajar menerima siswa hanya menerima dan tinggal meghapalkan materi. Sedangkan pada belajar menemukan, siswa tidak menerima pelajaran begitu saja ,tetapi konsep ditemukan oleh siswa.
Belajar bermakna lebih dilakukan dengan metode penemuan (discovery). Namun demikian, metode ceramah (ekspositori) bisa juga menjadi belajar bermakna jika berlajarnya dikaitkan dengan permasalahan kehidupan sehari-hari, tidak hanya sampai pada tahap hapalan; bahan pelajaran harus cocok dengan kemampuan siswa dan sesuai dengan struktur kognitif siswa.
4.      Teori Gagne

Menurut Gagne ada dua objek belajar matematika, yaitu:

a. Objek langsung (fakta, keterampilan, konsep, dan aturan-aturan (principle)

b. Objek tak langsung (kemampuan menyelidiki dan memecahkan masalah, mandiri, bersikap positif terhadap matematika, tahu bagaimana semestinya belajar)

Delapan tipe belajar Gagne:

a. Isyarat
b. Stimulus respon
c. Rangkaian gerak
d. Rangkaian verbal
e. Belajar membedakan
f. Pembentukan konsep
g. Pembentukan aturan
h. Pemecahan masalah
5.      Teori Pavlov

Pavlov mengemukakan konsep pembiasaan (conditioning). Dalam kegiatan belajar, agar siswa belajar dengan baik maka harus dibiasakan. Misalnya, agar siswa mengerjakan Pekerjaan Rumah dengan baik, biasakanlah dengan memeriksanya, menjelaskannya, atau member nilai terhadap hasil pekerjaannya.
6.      Teori baruda (Belajar dengan Meniru)

Baruda melihat juga adanya kelemahan dalam teori Skinner, yaitu bahwa respon yang diberikan siswa yang kemudian diberi penguatan tidaklah esensial, menurutnya yang eseinsial adalah bahwa seseorang akan belajar dengan baik melalui peniruan, melalui apa yang dilihatnya dari seseorng, tayangan, dll yang menjadi model untuk ditiru. Pengertian meniru ini bukan berarti mencontek,tetapi meniru hal-hal yang dilakukan oleh orang lain,terutama guru.

Jika tulisan guru baik, guru berbicara sopan santun dengan menggunakan bahasa yang baik dan benar, tingkah laku yang terpuji, menerangkan dengan jelas dan sistematik, maka siswa akan menirunya. Jika contoh-contoh yang dilihatnya kurang baik iapun menirunya. Dengan demikian guru harus menjadi manusia model yang professional.
7.       Teori Piaget

Jean Piaget menyebutkan bahwa struktur kognitif sebagai Skemata (Schemas), yaitu kumpulan dari skema- skema. Seorang individu dapat mengikat, memahami, dan memberikan respon terhadap stimulus disebabkan karena bekerjanya schemata ini. Skemata ini berkembang secara kronologis, sebagai hasil interaksi individu dengan lingkungannya, sehingga individu yang lebih dewasa memliki struktur kognitif yang lebih lengkap dari pada ketika ia masih kecil.

Tahap perkembangan kognitif:

• Tahap Sensori Motor (sejak lahir sampai dengan 2 tahun)

Bagi anak yang berada pada tahap ini,pengalaman diperoleh melalui perbuatan fisik(gerakan anggota tubuh)dan sensori(koordinasi alat indra).

• Tahap Pra Operasi (2 tahun sampai dengan7 tahun)

Ini merupakan tahap persiapan untuk pengorganisasian operasi konkrit. Operasi konkrit adalah berupa tindakan- tindakan kognitif seperti mengklasifikasikan sekelompok objek, menata letak benda berdasarkan urutan tertentu, dan membilang.

• Tahap Operasi Konkrit (7 tahun sampai dengan 11 tahun)

Umumnya anak-anak pada tahap ini telah memahami konsep kekekalan, kemampuan mengklasifikasi, mampu memandang suatu objek dari sudut pandang yang berbeda secara objektif, dan mampu berfikir reversible.

• Tahap Operasi Formal (11 tahun dan seterusnya)

Tahap ini merupakan tahap akhir dari perkembangan kognitif secara kualitas. Anak pada tahap ini sudah mampu malakukan penalaran dengan menggunakan hal-hal yang abstrak. Anak mampu bernalar tanpa harus berhadapan dengan objek atau peristiwanya langsung, dengan hanya menggunakan simbol-simbol, ide-ide, abstraksi dan generalisasi.
8.       Teori Bruner

Jerome Brunner menyatakan bahwa belajar matematika akan lebih berhasil jika proses pengajaran anak diarahkan pada konsep-konsep dan struktur- struktur yang termuat dalam pokok bahasan yang diajarkan, di samping hubungan yang terkait antara konsep-konsep dan struktur-struktur tersebut.

Bruner menyarankan keaktifan anak dalam proses belajar secara penuh agar anak dapat mengenal konsep dan struktur yang tercakup dalam bahan yang sedang dibicarakan,sehinggaanakan memahami materi yang harus dikuasai.

Dalam proses pembelajaran hendaknya siswa diberi kesempatan untuk memanipulasi benda-benda dengan menggunakan media pembelajaran matematika. Melalui penggunaan media pembelajaran matematika yang ada, siswa akan melihat langsung keteraturan dan pola strukur yang terdapat dalam penggunaan media pembelajaran matematika yang diperhatikannya.

Tahapan belajar menurut Brunner

1. Tahap enaktif

Dalam tahap ini siswa secara langsung terlibat dalam memanipulasi objek.

2. Tahap ikonik

Tahapan dimana kegiatan siswa berhubungan dengan mental, merupakan gambaran dari objek yang dimanipulasinya.

3. Tahap simbolik

Tahapan dimana anak-anak memanipulasi simbol-simbol atau objek tertentu.
9.      Teori Gestalt

Gestalt menyatakan bahwa penguasaan akan diperoleh apabila ada prasyarat dan latihan hafal atau drill yang diulang-ulang sehingga tidak mengherankan jika ada topic-topik di tata secara urut seperti perkalian bilangan cacah kurang dari sepuluh ( Rosseffendi,19993:115-116).

Tokoh aliran ini adalah John Dewey.Ia mengemukakan bahwa pelaksanaan kegiatan belajar mengajar yang diselenggarakan oleh guru harus memperhatikan hal-hal berikut ini:

a. Penyajian konsep harus lebih mengutamakan pengertian
b. Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar harus memperhatikan kesiapan intelektual siswa.
c. Mengatur suasana kelas agar siswa siap belajar.
10.   Teori belajar W. Brownell

Brownell mengemukakan bahwa belajar matematika merupakan belajar bermakna dan pengertian hal ini sesuai dengan teori Gestalt yang menyatakan bahwa latihan hafal atau drill sangat penting dalam kegiatan pembelajaran yang diterapkan setelah tertanamnya pengertian (Ruseffendi, 1993: 117).
11.  Teori Dienes (Joyfull Learning)

Zoltan P.Dienes adalah seorang matematikawan yang memfokuskan perhatiannya pada cara pengajaran. Dienes menekankan bahwa dalam pembelajaran sebaiknya dikembangkan suatu proses pembelajaran yang menarik sehingga bisa meningkatkan minat siswa terhadap pelajaran matematika.
12.  Teori Polya

Pemecahan masalah merupakan aktivitas intelektual yang paling tinggi. Pemecahan masalah harus didasarkan atas adanya kesesuaian dengan struktur kognitif yang dimiliki siswa, supaya tidak terjadi stagnasi.
Tahapan pemecahan masalah:

1) Memahami masalah
2) membuat rencana/cara penyelesaian masalah
3) menjalankan rencana/menyelesaikan masalah
4) melihat kembali/recek.
13.  Freudenthal dan Treffers (RME: Realistic Mathematics Education)‏

• pematematikaan: horizontal (H), diteruskan Vertikal (V); realistic (H+,V+)‏
• mekanistik (drill & practice: (H- dan V-); empiris (H+, V-); strukturilistik (H-, V+)‏
14.   Teori Van Hiele

Tahap perkembangan siswa dalam memahami geometri:

1) Pengenalan

2) analisis

3) pengurutan

4) deduksi

5) keakuratan (rigor)

Menurut Van Hiele ada tiga unsure dalam pengajaran matematika yaitu waktu,materi pengajaran dan metode pengajaran, jika ketiganya ditata secara terpadu maka akan terjadi peningkatan kemampuan berfikir anak kepada tingkatan berfikir lebih tinggi
15.  John Dewey (CTL)

• mengkaitkan bahan pelajaran dengan situasi dunia nyata
• mendorong siswa menghubungkan yang dipelajari dengan kehidupan sehari-hari, pengalaman sesungguhnya dan penerapannya / manfaatnya
• strategi: authentic, inkuiri, praktek kerja, pemecahan masalah
16.  Aliran latihan mental

Otak diibaratkan seperti otot, jika ingin kuat harus sering dilatih, makin keras dan sulit latihannya akan lebih baik hasilnya.
17.  Teori Tollman

Sesungguhnya, pada tahun 1930 pakar psikologi AS Edward C. Tolman sudah meneliti proses kognitif dalam belajar dengan penelitian eksperimen bagaimana tikus belajar mencari jalan melintasi maze (teka-teki berupa jalan yang ruwet). Ia menemukan bukti bahwa tikus-tikus percobaannya membentuk “peta kognitif” (atau peta mental) bahkan pada awal eksperimen, namun tidak menampakakan hasil belajarnya sampai mereka menerima penguatan untuk menyelesaikan jalannya melintasi maze—suatu fenomena yang disebutnya latent learning atau belajar latent. Eksperimen Tolman menunjukkan bahwa belajar adalah lebih dari sekedar memperkuat respons melalui penguatan.
18.   Teori Clark Hull

Clark Hull mengemukaan konsep pokok teorinya yang sangat dipengaruhi oleh teori evolusi. Menurutnya tingkah laku seseorang berfungsi untuk menjaga kelangsungan hidup.
19.  Teori Bloom dan Krathwohl

Teori Bloom dan Krathwohl mengemukakan tiga hal yang bisa dikuasai oleh siswa, meliputi: ranah kognitif, ranah psikomotor dan ranah Afektif. Tiga ranah itu tercakup dalam teori yang lebih dikenal sebagai Taksonomi Bloom.
20.  Teori Kolb

Kolb membagi tahapan belajar ke dalam empat tahapan, yaitu:
a. pengalaman konkret
b. pengamatan aktif dan reflektif
c. konseptualisasi
d. eksperimentasi aktif
21.  Teori Habermas

Habermas berpendapat bahwa belajar sangat dipengaruhi oleh interaksi, baik dengan lingkungan maupun dengan sesama manusia. Lebih lanjut ia mengelompokkan tipe belajar menjadi tiga bagian, yaitu:

a. belajar teknis
b. belajar praktis
c. belajar emansipatoris
22.   Teori Landa

Menurut Landa ada dua proses berpikir. Pertama disebut proses berpikir algoritmik, yaitu proses berpikir linier, konvergen, lurus menuju ke satu sasaran. Jenis kedua adalah cara berpikir heuristik, yakni cara berpikir divergen menuju ke beberapa sasaran sekaligus.
            23.  Teori Pask dan Scott

                  Pask dan Scott juga membagi proses berpikir manjadi dua macam. Pertama pendekatan serialis yang menyerupai pendekatan algoritmik yang dikemukakan Landa. Jenis kedua adalah cara berpikir menyeluruh yaitu berpikir yang cenderung melompat ke depan, langsung ke gambaran lengkap sebuah sistem informasi.